Apakah Semua Sabun itu Sama?

Pernahkah kita merenungkan sejenak perihal hal-hal yang kita butuhkan untuk tetap hidup sehat? Tentunya memilah makanan dan mengatur pola hidup merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan dijaga guna tercapainya hidup yang sehat. Namun, sadarkah kita bahwa  kedua hal tersebut ternyata bukan merupakan satu-satunya penentu hidup sehat? Banyak yang belum menyadari bahwa sabun ternyata juga merupakan salah satu penentunya.

Mengapa harus sabun?? Karena hal yang kita butuhkan setiap hari selain makanan adalah sabun. Jumlah sabun yang digunakan sudah sangat banyak bukan? Bahkan sudah kita pakai mulai dari saat masih bayi hingga saat ini dan sampai tua nanti.

Jadi, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sabun. Namun, sudah pernahkan kita cek apa saja yang terkandung dalam sabun yang kita beli? Apakah aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama?

Karena pada dasarnya, kulit kita tidak hanya menyerap vitamin dan mineral saja, melainkan juga menyerap bahan kimia yang membahayakan.

Bahan-bahan yang sering ditemukan dalam pembuatan sabun pada umumnya, baik sabun bayi maupun sabun yang biasa kita gunakan, yakni:

1. Triclosan yang dapat menghilangkan bakteri dan jamur. Namun, tahukah kamu kalau triclosan adalah pestisida? Triclosan dapat mengiritas kulit, mata, paru-paru dan dapat mengganggu hormon pada tubuh.

2. Paraben yang digunakan sebagai pengawet diduga dapat mengganggu fungsi hormon dan berkaitan dengan kanker payudara.

3. Parfum
Memang tidak ada peraturan yang menetapkan berapa banyak parfum yang diijinkan untuk dimasukkan ke dalam sabun dan parfum digunakan supaya aroma sabun lebih terasa. Namun, pencampuran parfum yang kuat di dalam sabun dapat menyebabkan migrain dan asma pada pengguna sabun tersebut. Selain itu, karena kulit dapat menyerap wewangian parfum hingga masuk ke aliran darah, maka penggunaan sabun yang mengandung parfum dapat menyebabkan alergi pada pemakainya.

4. Sodium Laureth Sulfate atau yang biasa ditulis SLS digunakan sebagai pembersih dan penghasil busa pada sabun. Namun, diketahui juga dapat menimbulkan iritasi pada mata, kulit dan paru-paru, diare, kesulitan bernafas,

5. PEG-6 digunakan sebagai pengental, pelarut dan pelembab pada sabun. PEG-6 telah dilaporkan berpotensi karsinogenik dan pemakaian secara berkala dapat menimbulkan kemungkinan munculnya kanker payudara.

 

Pada tahun 2016, FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat mulai melarang penggunaan triclosan, triclocarban dan 17 antiseptik lainnya yang sering digunakan dalam pembuatan sabun karena antiseptik-antiseptik tersebut tidak diketahui secara pasti apakah aman untuk digunakan atau mempunyai efek positif pada penggunaannya.

40% dari sabun yang ada setidaknya menggunakan salah satu dari bahan diatas dan kita juga sering menemukan bahan-bahan kimia tersebut pada pasta gigi, dot bayi, detergent, lip glosses, deodorant dan shampoo hewan.

Sedangakan sabun yang dibuat dengan bahan-bahan alami biasanya lebih mahal karena menggunakan:

1. Gliserin alami (vegetable glycerin) yang dapat melembapkan dan melembutkan kulit kita tanpa adanya resiko munculnya berbagai iritasi pada tubuh hingga kanker. Sedangkan pada sabun berbahan kimia, biasanya gliserin akan digantikan dengan bahan-bahan kimia yang lebih murah.

2. Essential Oils alami yang dapat menyegarkan serta memberikan efek terapeutik yang nyata bagi pemakainya. Beberapa diantaranya seperti, aroma lavender yang dapat membuat kita lebih rileks, Citronella yang dapat menjauhkan kita dari serangga dan lain-lain. Jadi, cukup menggunakan natural essential oil, kita akan terhindar dari resiko alergi, iritasi, migrain dan asma.

 

Sabun tanpa bahan kimia dapat menjaga ketahanan minyak alami yang terkandung didalamnya sehingga dapat melindungi dan membantu penyembuhan pada kulit dengan lebih cepat.
Penggunaan sabun dengan bahan-bahan kimia diatas memang memberikan benefit yang baik. Namun, jika ditimbang dengan efek negatif kedepannya, manakah yang lebih terasa efeknya?? Efek positif atau negatif??

Memang betul jika sabun yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia memiliki umur pakai yang lebih pendek. Tapi, apakah kita menggunakan satu sabun untuk jangka waktu yang sangat lama hingga bertahun-tahun?

Menggunakan sabun adalah kegiatan kita sehari-hari. So, kita harus lebih cerdik dalam menentukan keputusan dalam memilih sabun yang tepat. Memang kita harus merogoh kocek lebih jika menggunakan sabun yang terbuat dari 100% bahan alami, namun kesehatan kita akan lebih terjaga bukan?

Kalau masih bingung dan ragu juga, alangkah lebih baik jika kita menggunakan sabun yang sudah pasti aman dan terpercaya, seperti Miels Soap. Kandungan Miels dengan 100% bahan alami membuat kita tidak ragu dalam memakainya untuk jangka waktu yang panjang. Apalagi, Miels Soap tersedia dalam botol ukuran kecil dan kali ini Miels Soap sudah memiliki 4 varian aroma yang menyegarkan, jadi kalian tidak langsung mengeluarkan banyak uang ketika membeli dan kalian dapat memilih varian sesuai dengan kesukaan kalian .


FAQ

MIELS terdiri atas 4 varian, yaitu Original Coffee, Coffe Charcoal, Pure Cacao, dan Mocha Scrub.
Boleh. Banyak bumil yang sudah konsultasi ke dokter, dan diperbolehkan oleh dokter untuk menggunakan miels scrub. Karena hanya pemakaian luar. Akan tetapi, untuk lebih yakin, disarankan untuk konsultasi ke dokter masing-masing.
Bisa tahan 3 bulan kalau sudah dibuka. Namun disarankan untuk di habiskan dalam kurun waktu 1 bulan. Kenapa? Karena MIELS tidak mengandung pengawet sama sekali, jadi wanginya pun akan berkurang.
Coal dan Coffee.
Tiap orang beda-beda, karena historis pemakaian skin care dan kondisi kulit juga berbeda-beda. Umumnya kalau kulit tidak bermasalah, dalam 1 sampai 2 kali pemakaian sudah bisa kelihatan bedanya, kalau kulitnya memang rada bermasalah mungkin perlu waktu yang lebih lama baru kelihatan hasilnya.

MORE

Testimoni

Where To Buy

You can easily buy our products on various popular marketplaces in Indonesia.